Stimulasi Anak Usia Dini di Masa Pandemi

Kebutuhan belajar anak usia dini tidak lantas menjadi hilang dengan dihentikannya sementara pembelajaran luring di TK/PAUD. Sebagai alternatif, orang tua dapat mencoba ragam aktivitas untuk menstimulasi tumbuh kembang anak

Sumber : freeograph/freepik

Di masa pandemi seperti sekarang, banyak Anak Indonesia kehilangan akses mereka untuk mendapatkan pendidikan yang memadai. Tidak terkecuali anak usia dini. Saat sekolah-sekolah diharuskan untuk mengalihkan proses pembelajarannya menjadi daring, kegiatan pembelajaran anak usia dini di kelompok bermain atau taman kanak-kanak pun menjadi tersendat.

Mengutip pernyataan dari Nugroho Indera W (Education Specialist UNICEF Indonesia) pada kegiatan peluncuran Analisis Perkembangan Anak Usia Dini Indonesia 2018 (20/10), situasi pandemi COVID-19 ini mengakibatkan terjadinya krisis akut pada pengasuhan dan pembelajaran. Hal ini berakibat pula pada capaian perkembangan anak. 

Layanan pendidikan anak usia dini ini juga sangat khas. Tujuan utama pembelajarannya bukanlah mengejar pencapaian-pencapaian akademik. Mengutip pernyataan yang dikeluarkan oleh UNESCO, tujuan dari pendidikan anak usia dini adalah untuk mencapai perkembangan yang holistik dari aspek sosial, emosional, kognitif, dan fisik. Pendidikan dan pembelajaran yang anak dapat di usia dini ini sangatlah penting sebagai pondasi awal untuk mencapai tujuan tahapan perkembangan sesuai dengan usia mereka.

Manifestasi dari tujuan tersebut dapat kita lihat dari aktivitas-aktivitas belajar di TK/PAUD. Guru-guru merancang pembelajaran yang menstimulasi keterampilan motorik kasar dan halus, komunikasi, sosial, emosi, kognitif, hingga religiusitas dan spiritualitas pada institusi pendidikan yang bercorak agama.

Ketika sekolah “ditutup”, mau tidak mau orang tua mengambil porsi lebih dalam memberikan stimulasi kepada anak. Tidak sedikit orang tua menjadi kehabisan akal aktivitas apa lagi yang bisa dilakukan di rumah. Apalagi mengingat media belajar yang dimiliki di rumah bisa jadi tidak selengkap dengan yang ada di sekolah. Namun, kebutuhan belajar anak tidak lantas menjadi hilang dengan dihentikannya sementara pembelajaran luring di sekolah. 

Orang tua tetap dapat melakukan stimulasi-stimulasi bermakna bagi anak usia dini di rumah. Selain tetap menjalin komunikasi dan konsultasi dengan guru TK/PAUD anak, orang tua juga dapat mencari sumber-sumber belajar lain yang dapat menunjang tumbuh kembang anak sesuai dengan tahapan usianya. Berikut beberapa aktivitas sederhana yang dapat dilakukan oleh orang tua di rumah:

1.Perkembangan Motorik Kasar

  • Berjalan kaki di sekitar rumah
  • Bermain sepeda roda tiga
  • Mendorong kursi plastik

2. Perkembangan Motorik Halus

  • Meremas-remas kain, plastik, busa, kertas
  • Menggambar dan mewarnai
  • Menggunting dan menempel 
  • Meronce

3. Perkembangan Bahasa dan Komunikasi

  • Membacakan cerita
  • Mengajak anak untuk bermain rumah-rumahan/peran
  • Menyebutkan nama-nama benda di rumah berdasarkan ruangan

4. Perkembangan Sosial dan Emosi

  • Memperlihatkan dan mengenalkan gambar/foto anggota keluarga  
  • Membiarkan Anak untuk mencoba hal yang baru seperti makanan, mainan, atau aktivitas yang menantang (di bawah pengawasan orang dewasa)
  • Mengajak anak untuk mengidentifikasi perasaan yang sedang dialami
  • Bermain permainan yang melibatkan 2 orang atau lebih

Orang tua juga dapat memanfaatkan teknologi untuk mengetahui aktivitas stimulasi apa yang paling sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Saat ini Alphamor membuka kesempatan bagi orang tua yang tertarik untuk mencoba aplikasi deteksi dan asesmen perkembangan motorik serta bahasa dan komunikasi untuk mengetahui sudah sejauh mana capaian perkembangan anak. Setelah orang tua melakukan deteksi secara online, aplikasi Alphamor akan memberikan rekomendasi aktivitas berdasarkan hasil asesmen, sehingga stimulasi yang diberikan dapat tepat sasaran dengan apa yang dibutuhkan oleh anak. Selamat mencoba!

Penulis : Tim ALPHAMOR

Penyunting : Novia Anggraeni (Tim ALPHAMOR)

Related Posts

Leave a Reply