Apakah Boleh Bayi dan Balita Dibiarkan Menonton TV Sendiri?

...terlalu sering memberikan bayi atau balita paparan terhadap TV dan gawai secara langsung berpotensi mengakibatkan mereka untuk mengalami rentan fokus yang pendek, kesulitan untuk mengontrol impuls diri, hingga kesulitan berempati.

Sumber : bristekjegor/Freepik

Bayi dan balita memerlukan stimulasi dua arah yang tidak bisa diberikan dari sekedar menonton TV atau bermain gawai sendiri. Ketika mereka menonton TV atau bermain gawai sendiri bentuk interaksi yang terjadi adalah satu arah. Meskipun anak tampak memberikan respon saat dibiarkan menonton TV atau bermain gawai, seperti anak menjadi tenang, berhenti menangis, atau tertawa, namun respon anak tersebut hanya berhenti pada dirinya sendiri. 

Seorang peneliti otak ternama, Patricia Kuhl dari University of Washington, melakukan eksperimen dengan 4000 bayi. Melalui penelitian tersebut ia menemukan bahwa bayi tidak belajar dari mesin, meskipun orang tua menunjukkan kepada mereka video-video yang memukau. Justru pembelajaran terjadi lebih banyak melalui interaksi langsung antar manusia. Walaupun memberikan bayi atau balita untuk dapat mengakses TV atau gawai kapanpun ia mau terlihat sangat praktis, namun dampak negatif jangka panjang yang ditimbulkan tidak bisa diremehkan. WHO sendiri memberikan tidak memberikan rekomendasi screen time untuk bayi di bawah 2 tahun sama sekali dan menganjurkan screen time untuk balita usia 2 – 4 tahun di bawah 1 jam per hari.

Orang tua perlu memperhatikan seberapa lama rata-rata bayi atau balita mereka menghabiskan waktu di depan layar (TV atau gawai). Dampak negatif yang ditimbulkan mungkin tidak terlihat langsung saat itu juga. Namun, terlalu sering memberikan bayi atau balita paparan terhadap TV dan gawai secara langsung berpotensi mengakibatkan mereka untuk mengalami rentan fokus yang pendek, kesulitan untuk mengontrol impuls diri, hingga kesulitan berempati.

Tentu di zaman serba digital seperti saat ini hampir tidak mungkin untuk bayi atau balita tidak terpapar oleh TV atau gawai. Setidaknya sesekali mereka melihat orang tua mereka sedang menggunakan smartphone, rasa penasaran pun muncul pada diri mereka. Namun, orang tua dapat mengalihkan aktivitas di depan layar ini dengan memberikan aktivitas-aktivitas yang membantu anak mengembangkan keterampilan motorik hingga bahasa mereka. Melakukan aktivitas-aktivitas fisik seperti mencoret-coret kertas, mewarnai, bermain lilin, hingga membacakan dongeng atau cerita ke bayi dan balita dapat menjadi alternatif selain dengan memberikan mereka screen time

Penulis : Tim ALPHAMOR

Penyunting : Novia Anggraeni (Tim ALPHAMOR)

Referensi:

1 https://www.unicef.org/parenting/child-development/babies-screen-time

2https://www.bbc.com/news/health-48021224#:~:text=Babies%20and%20toddlers%20should%20not,day%20and%20less%20is%20better.

Related Posts

Leave a Reply